Sunday, April 14, 2024
Umum

Dwibahasa: Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Resmi Diteken

InHua.Net – Pemerintah Indonesia dan Singapura resmi menandatangani perjanjian ekstradisi untuk buronan. Perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura memiliki masa retroaktif selama 18 tahun ke belakang. Artinya, perjanjian ekstradisi RI-Singapura ini berlaku surut terhitung tanggal diundangkannya.

Pejabat dari kedua belah pihak menyatakan bahwa perjanjian ini akan menguatkan kerja sama bilateral dalam memerangi kejahatan.

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memimpin para pejabat senior untuk mengadakan Retret Pimpinan, Selasa, 25 Januari 2022, di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia

Keduanya juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Ekstradisi, Perjanjian Penyesuaian wilayah Informasi Penerbangan Indonesia-Singapura, dan Pernyataan Bersama Menteri Pertahanan dan Singapura tentang kesepakatan untuk memberlakukan perjanjian pertahanan 2007.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna Laoly menyatakan bahwa kemajuan ini akan membantu mencegah kejahatan, dan lembaga penegak hukum dari kedua belah pihak juga akan memperkuat perang melawan korupsi lintas batas dan kejahatan teroris.

Indonesia sebelumnya telah menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Australia, Korea Selatan, China dan Hong Kong.

Namun perjanjian ekstradisi dengan Singapura sudah lama tertunda. 

Tahun lalu, pejabat KPK Indonesia menyebut Singapura sebagai “surganya para koruptor.”

Para tersangka korupsi yang kabur ke Singapura bisa dengan mudah mendapatkan hak tinggal tetap dan menyembunyikan keberadaan mereka.

Sementara itu,  Lee Hsien Loong mengatakan, ketiga poin ini sangat penting bagi kedua belah pihak dan sesuai kebutuhan dan kepentingan kedua negara.

Penandatanganan perjanjian membuktikan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Singapura kooh dan solid.

Perjanjian ekstradisi akan memperkuat kerja sama untuk memerangi kejahatan, yang juga merupakan pesan yang jelas bagi investor.

印尼与新加坡今天签订引渡协议,潜逃到对方国家的嫌疑犯,即使取得对方的国籍,仍可被遣返回母国受审,最早追溯到18年前的犯罪。 双方官员指出,此将有助合作打击犯罪。

印尼总统佐科威(Joko Widodo)、新加坡总理李显龙今天各率资深官员在印尼廖内群岛省的民丹岛(Bintan)举行领导人会谈,并见证双方签订引渡协议、调整飞航情报区协定,以及关于执行2007年强化防务协定的联合声明。

印尼司法人权部长雅逊纳(Yasonna Laoly)指出,这项进展将有助吓阻犯罪,双方执法机关也能加强打击跨国境的贪污以及恐怖主义犯罪。

 印尼先前已与马来西亚、泰国、菲律宾、越南、澳洲、韩国、中国以及香港签署引渡协议,与新加坡的引渡协议却搁置许久。 印尼肃贪官员去年曾称新加坡是印尼「贪污者的天堂」,贪污嫌犯逃到新加坡,很容易取得永久居留权,藏匿行踪。

李显龙今天指出,这3项议题对双方都很重要,符合双方的需求与利益,缔结协议证明双方关系成熟、坚实。 引渡协议将强化双方合作打击犯罪,这也是对投资者释出的明确讯息

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *