Sunday, April 14, 2024
Tokoh Tionghoa

Lie Yak Heng Pahlawan Kemerdekaan Keturunan Tionghoa di Sumatera Utara

InHua.Net – Lie Yak Heng, yang dijuluki Bung Lie oleh sesama veteran di Medan, adalah pahlawan kemerdekaan keturunan Tionghoa yang resmi mendapat pengakuan negara.

Ia lahir 20 Oktober 1930 di Kisaran, Sumatera Utara dan masa kanak-kanak dijalani dalam keprihatinan serta tidak mengenyam pendidikan formal.

Tahun 1942, ketika Lie Yak Heng berusia 12 tahun, terjadi penyerangan terhadap masyarakat oleh serdadu Jepang. Bung Lie menyelamatkan diri meninggalkan kediaman dekat stasiun kereta api.

Tahun 1944, Bung Lie bersama keluarganya pindah dari Kisaran ke Tebing Tinggi. Setahun kemudian, Indonesia Merdeka. Bung Lie bersama sejumlah rekan-rekannya di Tebing Tinggi bergabung dengan Laskar Napindo dan melucuti senjata tentara Jepang.

Ketika Belanda melancarkan agresi militer, Bung Lie berperan sebagai mata-mata dengan menyamar menjadi pengantar sayuran ke wilayah Belanda.

Ia tercatat sebagai anggota laskar penghubung TKR, TRI dan TNI selama 4 tahun dengan daerah operasi Kisaran, Tebing Tinggi, Pulau Raja dan Labuhanbatu. Selain Bung Lie, juga terdapat banyak pemuda Tionghoa yang ikut dalam perjuangan di Sumatera Utara.

Setelah kemerdekaan, Bung Lie membangun membangun Poliklinik Kebaktian Veteran di Serdangbedagai tahun 1962.

Tahun 1970-an Lie pindah ke Medan dan bergabung dengan LVRI dan menjadi Kepala Kesehatan LVRI Sumatera Utara hingga akhir hayatnya.

Bung Lie dianugerahi sejumlah penghargaan, antara lain Bintang Gerilya, Bintang Perang Kemerdekaan I dan Bintang Perang Kemerdekaan II.

Pejuang Kemerdekaan keturunan Tionghoa ini sekarang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *