Friday, April 12, 2024
Tokoh Tionghoa

Gan Koen Hay, Keturunan Tionghoa yang Berjasa untuk Perjuangan Kemerdekaan Bawah Tanah RI

InHua.Net – Kisahnya jarang terdengar masyarakat luas, tetapi jasanya untuk perjuangan kemerdekaan RI tidak bisa dimungkiri dan akan terukir selamanya dalam khazanah sejarah bangsa Indonesia.

Ia seorang ahli elektro dan radio yang siap mengorban jiwa untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru diraih rakyat Nusantara. Namanya Gan Koen Hay atau Heroe Gunadi, yang lahir di Probolinggo Tanggal 1 Januari 1913.

Ahli elektro sangat langka pada era revolusi kemerdekaan, saat itu Gan Koen Hay mencurahkan tenaganya untuk membuat Alat komunikasi radio siaran, telegraf dan telefoni untuk perjuangan bawah tanah demi mempertahankan kemerdekaan.

Pada awalnya, Gan bekerja di Radio Republik Indonesia di Jakarta tanggal 15 Agustus 1945, dua hari menjelang Proklamasi Kemerdekaan. Tanggal 20 Juli 1947, Belanda melancarkan Agresi Pertama dengan menyerbu Kantor Pos & Telegrap Besar I Jakarta, sehingga perhubungan telegrap & teleponi beberapa daerah terputus, tetapi Gan Koen Hay telah menyiapkan Pemancar Radio dengan call sign YKO berkekuatan 200 Watt, yang dapat digunakan untuk perhubungan telegrap & teleponi.

Pemancar ini langsung dihubungkan dengan Pemancar YHN-3 Jogjakarta. Ribuan telegram yang masuk antara lain dari Dr. AK. Gani selaku Wakil Perdana Menteri yang berkantor di Pegansaan Timur No. 56 Jakarta.

Dia juga melakukan perubahan Pemancar YKO menjadi Pemancar telefoni, yang dapat menyiarkan berita yang membangkitkan semangat penduduk.

Orang mengira Pemancar itu ada di lereng gunung di pedalaman Jogjakarta. Namun Pemancar gerilya ini justru berada di Ibukota Jakarta.

Untuk pembukaan dan penutupan siaran radio, Oesman Tanzil yang bertugas sebagai pembawa acara, melagukan “ Indonesia Raya”, sedangkan berita dibawa Hasil Tanzil. Belanda terus melacak Pemancar dengan mobil pengukur radio, tetapi selalu gagal.

Saat itu, istri Gan sedang hamil, Ia sangat takut, jika rumahnya digeledah dan suaminya ditangkap.

Kehidupan keluarga Gan juga sangat memprihatinkan demi gerakan perjuangan bawah tanah itu, anak-anaknya jatuh sakit, bahkan Gan sendiri sering jatuh pingsan karena kelelahan. Beruntung dokter Diran selaku Ketua Barisan Pemuda, memberi pertolongan secara cuma-cuma. Suatu saat Gan menyatakan, jika sewaktu-waktu tertangkap oleh Pasukan Belanda, ia bersiap menjalani hukuman mati.

Prestasi tertinggi Heroe Gunadi adalah pelopor pembuatan 25 Pemancar Radio untuk telegrafi dan 7 untuk telefoni. semua Pemancar itu digunakan untuk RRI, PTT, TNI AD, AURI, ALRI dan berita ANTARA.

Menjelang gencatan senjata, tempat tinggal Heroe Gunadi dijadikan Markas PHB TNI oleh Letkol Askari, dengan personel 3 orang dari AURI dan 5 orang dari PTT.

Atas jasanya, Gan Koen Hay mendapatakn sejumlah Tanda Penghargaan dari Pemerintah Indonesia, yaitu Bintang Gerilya, Satyalencana Peristiwa Perang Kemerdekaan-I, Satyalencana Peristiwa Perang Kemerdekaan-II, serta Satyalencana Perjuangan Kemerdekaan RI.

Bangsa yang besar menghargai perjuangan dan pengorbanan para pahlawannya tanpa membedakan suku, ras, dan agama. Semoga bangsa Indonesia maju dan jaya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *