Saturday, April 13, 2024
Tokoh Tionghoa

Mayor Udara AURI Berdarah Tionghoa – Gan Sing Lip & The Tjing Ho

InHua.Net – Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, begitulah pesan Bung Karno pada pidato terakhirnya di Sidang MPRS. (Jasmerah) Namun sayangnya, sejarah sering distir penguasa untuk mengamankan kekuasaan politiknya.

Tidak banyak yang tahu bahwa ternyata sejumlah perwira AURI (sekarang TNI AU) keturunan Tionghoa, berperan aktif di medan perang setelah Presiden Soekarno mengumandangkan perang terhadap Belanda untuk merebut Irian Barat tahun 1962.Di antaranya adalah kru pesawat C-130 Hercules AURI dengan nama Mayor Udara Gan Sing Lip dan Mayor Udara The Tjing Ho.

Saat Operasi Naga sebagai bagian dari Kampanye Trikora di Merauke, mereka menjadi kru Hercules untuk menerjunkan pasukan RPKAD dipimpin Mayor Inf Benny Moerdani.Operasi dijalankan dari tiga pesawat C-130B Hercules dikawal dua pembom B-25 Mitchell. Penerbang Hercules di antaranya Letkol Udara Slamet dengan navigator Mayor Udara Gan Sing Lip. Kopilot tidak diketahui namanya. Pesawat kedua dan ketiga diterbangkan Mayor Udara Nayoan dengan navigator Mayor Udara The Tjing Ho dan Kapten Udara Sukardi dengan kopilot Kapten Udara Sumitro dan navigator Mayor Udara Hanafi.

Mayor Udara Gan Sing Lip dan Mayor Udara The Tjing Ho adalah navigator AURI lulusan California yang keturunan Tionghoa. Keduanya adalah dua dari 57 pemuda Indonesia yang dikirim ke TALOA (Trans Ocean Airlines Oakland Airport), California, November 1950. Mereka diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk mengikuti pendidikan penerbang. Dari 59 kadet, 45 orang lulus sebagai penerbang. Selebihnya menjadi navigator.

Selama beberapa tahun setelah mengabdi di AURI, alumni TALOA menjadi tulang punggung AURI yang masih seumur jagung. Beberapa di antaranya menjadi legenda TNI AU yaitu Leo Wattimena dan Ignatius Dewanto. Nama-nama mereka juga berkibar di antara pemegang tampuk tertinggi TNI AU sebagai KSAU, yaitu Omar Dhani, Rusmin Nurjadin, Sri Mulyono Herlambang, dan Saleh Basarah. Sebagian dari mereka diabadikan sebagai nama pangkalan udara TNI AU.

Dari kedua navigator peranakan Tionghoa kelahiran Jawa ini, yaitu Gan Sing Lip, mengubah namanya menjadi Sugandhi sejak rezim Orde Baru berkuasa. Sementara The Tjing Ho ngotot tidak mau berganti nama. Soal kedua perwira ini, Marsma (Pur) Agustinus Andy Andoko yang juga lulusan TALOA pernah mengatakan begini. “Keduanya diminta mengganti nama jika mau naik pangkat, namun The Tjing Ho tidak mau sehingga akhirnya memilih keluar dari AURI. Dia kemudian hijrah ke Amerika,”

Hanya saja di buku “Kepak Sayap The 60 Taloans” dituliskan bahwa The Tjing Ho mempunyai nama Indonesia Stefanus Kristedja. Marsekal (Pur) Sukardi pernah mengatakan bahwa Gan Sing Lip alias Sugandhi dimakamkan di TMP Kalibata. Sampai buku “Kepak Sayap The 60 Taloans” diluncurkan Agustus 2015, keluarga besar TALOA mengatakan bahwa The Tjing Ho masih bermukim di Amerika.

Satu minggu setelah diterjunkan, pasukan Benny mendapat resupply logistik dari udara pada 30 Juni 1962. Pesawat C-130 Hercules diterbangkan Letkol Udara Slamet dengan kopilot LU II Siboen dan navigator Mayor Gan Sing Lip. Pesawat melaksanakan dropping ulang logistik di sekitar Merauke dengan kawalan sebuah pesawat B-26 Invader.

Setelah generasi mereka, keturunan Tionghoa tetap berkiprah di TNI AU. Seperti penerbang tempur Marsma (Pur) Rudi Taran dan Lettu Pnb Marko “Fawkes” Andersen Sasmita yang saat ini menerbangkan F-16 Fighting Falcon di Skadron Udara 16.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *